Top 10 Tempat Bulan Madu Tersembunyi di Bali

Top 10 Tempat Bulan Madu Tersembunyi di Bali

1. Amed - Paradise in the East Area of Bali

Amed merupakan kawasan pantai yang membentang dari desa Culik sekitar 14 Km di sisi timur yang menggabungkan ketujuh desa yaitu AmedJemelukBunutanLipah,Selang, Banyuning dan Aas. Laju kehidupan disini umumnya lamban dan pemandangan pantai yang sangat menarik membuat Amed menjadi tempat yang sempurna untuk liburan yang santai dan menyenangkan di Bali.

Terletak di bagian utara-timur Bali, untuk menuju ke Amed memerlukan waktu sekitar tiga jam dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Layanan taxi menuju ke Amed tersedia di luar bandara (belok kiri setelah bagian kustom) tepatnya di area parkir dan penyewaan. Amed dapat dijangkau dengan berbelok ke timur di desa Culik yang mana terletak di jalan utama pantai bagian timur dari Karangasem ke Singaraja.

Amed sangat terkenal dari pantainya, dengan jejeran perahu nelayan tradisional yang beraneka ragam. Pantainya merupakan pantai berpasir hitam vulkanis bekas gunung Agung. Dengan bergerak makin ke timur (dan makin menjauh dari gunung Agung), pasir dipantainya menjadi semakin lembut dan berawarna makin terang. Teluk yang paling cantik tentunya adalah yang terletak di Jemeluk dan Lipah, namun keseluruhan garis pantainya sangat menarik.

Kebanyakan orang datang ke Amed sebagai persinggahan, termasuk pendatang dari bagian lain pulai. Amed merupakan destinasi bulan madu terfavorit untuk turis dan sangat terkenal dikalangan penyelam dan snorkelers. Perjalanan harian ke tempat wisata tujuan seperti istana air dengan kolam-kolamnya yang indah di Tirta Gangga dan Pura terbesar dan utama di Bali, Besakih, bisa direncanakan dengan mudah. Gunung Agung dengan begitu banyak pilihan pendakian hanya sekitar 30-40 menit dari Amed.

Perahu nelayan tradisional tersedia untuk disewa untuk acara memancing dari pantai utama di kawasan Amed. Biasanya ada banyak orang yang memancing derek mackerel, barracuda dan tuna di pagi buta. Terdapat pula pemijatan tradisional di pantai. Para wanita dari desa lokal selalu bersedia untuk melakukan pemijatan yang menyegarkan badan, terutama di pantai Lipah.

Nikmati indahnya alam Amed diiringi desiran angin di perahu layar tradisional untuk menyelam, memancing, explorasi, melihat lumba-lumna, snorkelling atau dengan berenang dan relaksasi. Ada juga SUP (stand up paddleboardng di teluk Jemeluk disamping sekolah menyelam gratis Apneista, ini adalah cara yang menarik untuk menjelajahi pantai dan tetap di alurnya, ada pemandangan yang sangat luar biasa dari gunung Agung disini.

Disamping itu, Amed juga memiliki beberapa tempat yang sangat bagus untuk snorkelling beberapa meter dari tepi pantai. Sebuah batu karang berjejer mengikuti mayoritas garis pantai dan berjarak cukup dekat. Dengan sedikitnya jumlah wisatawan di area tersebut dan berkembangnya kesadaran konservasi diantara masyarakatnya, kehidupan bahari disana masih cukup sehat dan berlimpah ruah. Terdapat bangkai kapal kecil sekitar 1.5 m dari air pantai Lipah, namun bangkai tersebut bukanlah bangkai kapal dari perang dunia kedua "Japanese Wreck" yang begitu terkenal itu. Buku David Pickels mengenai penyelaman di Bali menjelaskan situs penyelaman ini untuk yang pertama kalinya pada tahun 1999 sebagai Lipah Bay Wreck, dan dia kemudian mengakui kesalahanya menyenai penemuan tersebut. Bangkai kapal Jepang dari perang dunia kedua itu tidaklah terletak di teluk Lipah, tapi beberapa kilometer kearah timur garis pantai, di sebuah desa bernama Banyuning yang juga merupakan tempat yang bagus untuk menyelam dan snorkelinf dengan kehidupan laut, terumbukarang dan ikan yang sangat berlimpah - ini merupakan situs penyelaman yang diketahui dikalangan operator penyelaman sebagai "the Japanese Wreck" dan dengan jelas ditandai dengan singnase dan lahan parkir mobil dan penyewaan peralatan penyelaman di lokasi.
Tempat terbaik untuk menyelam di Amed adalah:

  • Japanese Shipwreck di Banyuning, kapal kecil di 20m dari pantai, koral yang sangat menawan dan ikan yang melimpah ruah.
  • Jemeluk, tujuan utama dengan formasi coral yang sangat menawan dan ribuan ikan.
  • Di depan Pondok Vienna Beach di Lipah. Tujuan utama, koral yang cantik dan banyak ikan. Air disini bisa sangat ganas ( dapat tumpah ke seluruh pantai ketika angin kencang, melakukan aktifitas di pagi hari merupakan solusi yang paling baik untuk menghindari kondisi ini).
  • Bangkai kapal kayu kecil di pantai Lipah.
  • Bunutan, garis yang sangat bagus antara Bedulu Resort dan Hotel Santai (taman laut, koral yang cantik, namun tak begitu banyak ikan).
  • Pantai Selang, di depan bungalow Good Karma ( jarak pandang tidak selalu bagus karena arus yang sangat kuar disini).
  • Di depan Amed Cafe
  • Liberty shipwreck di Tulamben, beberapa titik dimana air cukup dangkal untuk dapat bersnorkeling.